PUISI 

MENCARI JEJAK DARI TITIK NADIR

Puisi-puisi Halimah Munawir ______________________________________________________________________ TITIK NADIR Ombak menggulung menghantar buih Badai menghempas Kalbu tak berbentuk, remuk berkeping Pandang bagai dalam perut hiu Nafas antara ada dan tiada Terkapar di atas sehelai tikar. Potret terumbu karang di laut Membesut jiwa dari titik nadir Tertatih dan merangkak diantara liur lidah Tetap tegak menengadah menagih janji dunia dan ukhrawi Atas tinta emas kitab suci.

Read More
PERISTIWA 

PENYAIR ADILUHUNG BAGI ZAWAWI IMRON

JAKARTA (Litera) – Penyair Madura D Zawawi Imron  terpilih sebagai penerima Anugerah Penyair Adiluhung dari Yayasan Hari Puisi (YHP).  Anugerah diberikan pada puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2024 di Teater Kecil TIM, Jumat, 20 Desember 2024. Trofi penghargaan diserahkan oleh Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon dan diterima langsung oleh Zawawi.

Read More
PERISTIWA 

PUNCAK PERAYAAN 11 Th HPI BAKAL MERIAH

  JAKARTA (litera) — Peringatan 11 tahun Hari Puisi Indonesia (HPI), yang mendasarkan tanggal lahir penyair Chairil Anwar,  26 Juli, sebagai hari puisi Indonesia, masih terus berkibar. Tahun ini, puncak Perayaan HPI 2024  dengan tema besar “Kembali ke Akar, Kembali ke Sumber” akan digelar di Teater Kecil,  Taman Ismail Marzuki, Jumat  20 Desember 2024, mulai pukul 19.00 WIB.

Read More
PERISTIWA 

WORKSHOP PUISI SIKK DAN IPS

KINABALU (LITERA) – Setelah sukses dengan dua rangkaian kegiatan pada September dan Oktober 2024, Kegiatan Sepanggar Membaca III menjadi penutup program yang manis. Kegiatan yang diinisiasi oleh Perpustakaan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), bekerja sama dengan Ikatan Penulis Sabah (IPS) dan Ekstrakurikuler Pustakawan SIKK, ini menghadirkan Ahmadun Yosi Herfanda sebagai narasumber terakhir. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat, mempertemukan sastrawan lintas negara dalam suasana kebersamaan.

Read More
ESAI 

MENYOAL WAJAH BARU SASTRA KITA

Esai Chudori Sukra   ________________________________________________________________   Demi mempertahankan kepentingan ekonomi dan politiknya, kebanyakan sastrawan di era milenial ini merasa keberatan memasuki wilayah sastra yang mengajak pada keteraturan dan keharmonisan. Dengan tetap menyandarkan diri pada kejayaan liberalisme yang menjanjikan “kebebasan berekspresi”, mereka akan berdalih untuk tetap pada paradigma berpikir yang cerderung chaos dan absurd melulu.

Read More
FRASA 

DARI JENDELA RUMAH IBU

  Ketika kecil, menjelang magrib, aku sering memandangi sungai, yang melintas di samping rumah ibu, dari jendela. Kebetulah rumah ibu ada di tepi sungai, di Kampung Gadukan, Kaliwungu, Kendal. Kusebut rumah ibu, karena ketika itu aku sudah yatim sejak berusia lima tahun, dan sepeningal ayah, kami, tiga anaknya, lantas menyebutnya sebagai “rumah ibu”.   Dari jendela aku suka melamunkan sungai itu, bertanya dalam hati dari mana airnya yang bening dan berlimpah. Dalam imajinasiku yang kanak-kanak, sungai itu panjang sekali. Aku pernah menyusuri sampai ke muaranya di bibir Pantura, di Pantai…

Read More